PROFIL KABUPATEN ASMAT


DESKRIPSI KABUPATEN :

Kabupaten Asmat

#Kehidupan sekarang, Persinggahan Roh dan Surga

Asmat, Terletak di bagian selatan pulau Papua, Kabupaten asmat adalah kabupaten yang pemusatan pendudukanya berada di pesisir pantai atau pinggir sungai-sungai beasar yang di kelilingi oleh rimbunan pohon bakau.

Tidak terdapat akses daratan yang menghubungkan satu distrik dengan distrik yang lain. Kendaraan yang umum dipakai oleh masyarakat adalah speedboat ataupun longbot dengan mesin motor. Sampai hari ini masih ada masyarakat lokal yang mengendarai kole-kole( sampan kayu dengan dayung panjang) untuk dapat pergi dari kampong satu ke kampung lainnyaatau menuju rawa-rawa hutan untuk mencari sagu ataupun kayu gaharu dan juga hean buruan sebagai mata pencaharian sehari-hari.

Asmat adalah salah satu suku di papua yang dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini salaing berdeda satu sama lain dalam hal cara hiup, sttuktur sosial dan ritual.

Biasanya dalam satu kampung dihuni kira-kira 100 sampai 1000 orang. Setiap kampung punya satu rumah bujang dan banyak rumah keluarga.rumah bujang dipakai  upacara adat dan keagamaan. Rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga, yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri.

Festival budaya asmat adalah festival tahunan yang melegenda di dunia pariwisata dan ekonmi kreatif nasional maupun internalnasional dengan ciri khas mengukir atau ukiran tanpa pola/sketsa yang sangaat khas dengan berbagai motif primitive yang mistik dan misterius. Suku asmat sangat terkenal di manca Negara karena seni patungnya sangat unik , aristik dan mempesona dan dapat dikatakan bahwa patung tersebut merupakan hasil karya budaya dunia.

Karya  ukir khas suku asmat adalah salah satu kekayaan budaya nasional yang sudah meiliki nama bagi para turis asing. Karakteristik ukiran suku asmat mempunyai pola yang unik dan bersifat naturalis. Dari pola-pola itu terlihat kerumitan cara membuatnya sehingga membuat karya ukir mereka bernilai tinggi dan cukup banyak diminati para turis asing.

Ribuan ukiran seni patung bernilai tinggi karya putra-putri suku asmat, papua, mendominasi acara pesta budaya suku asmat yang berlangsung pada bulan oktober di lapangan Yos Sudarso,  kota agast, kabupaten asmat provinsi papua. Pesta budaya suku asmat mulai diperkenalkan kepada public tahun 1981 atas prakarsa Uskup Suwada OSC, uskup pertama di keuskupan agast-asmat.

Selain menampilakn ukiran seni patung, pesta budaya asmat juga, menampilkan atraksi tarian dan lagu yang dibawakan oelh sekelompok penari tifa dari ratusan kampung. Pada pucak pesta budaya asmat, selalu digelar kegiatan lelang ratusan ptung/ ukiran asmat bernilai tinggi yang merupakan patung/ukiran terbaik hasil seleksi panitia. Dan selalu lebih dari setengahnya terjual dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta sampai miliaran rupiah.

Dari segi model, ukiran suku asmat sangat beragam, mulai dari patung manusia, perahu, panel, perisai, tifa, telur kasowari, sampai ukiran tiang . suku asmat biasnya mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup sehari-hari sebagai pola ukiran mereka seperti pohon, perahu, binatang, orang berperahu dan lain-lain.

 

“ untuk mencapai asmat, para turis harus menyinggahi timika (Garuda Indonesia. Lion Air Groups). Selanjutnya, dengan menggunakan pesawat perintis menuju distrik Ewer dengan waktu tempuh 40-45 menit . Dari Ewer harus menempuh perjalanan menggunakan speedboat selama 20-30 menit ke ibu kota kabupaten asmat, yaitu Agast”

Festival tahuanan ini diharapkan mampu menjadi sarana pelestarian nilai-nilai luhur seni budaya asmat. Tidak hanya itu, festival budaya Asmat sekaligus berperan serta mempertahankan Asmat sebagai situs budaya dunia (World culture heritage) dan telah memperkenalkan Kabupaten asmat sebagi tujuan wisata yang dapt dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun domestic

 

“yang paling istimewa dan unik dalah bahwa setiap karya ukir tidak memiliki kesamaan atau duplikatnya karena mereka tidak memproduksi ukiran berpola sama dalam sekala besar”

Serangkaian kegiatan mewarnai festival budaya asmat, antara lain pentas seni dan budaya, lomba tari, lomba seni mengukir dan lomba mengayam. Tidak menutup ketinggalan, pada puncak pesta budaya asmat, selalu digelar lelang ratusan ukiran asmat bernilai tinggi yang merupakan ukiran terbaik hasil seleksi panitia. Dengan nilai traksaksi mencapai ratusan juta sampai miliaran rupiah. Lelang ukiran sebagai salah satu daya tarik yang siap menyedot angka kunjungan wisatawan . festival budaya asmat merupakan satu dari sekian banyak event budaya yang dimiliki papua sejak lama. Inilah yang mendorong kemenparekraf untuk terus memberikan dukungan bagi kemajuan dan perkembangan festival budaya asmat.

Penyelenggaraan dari festival budaya asmat juga sempat sangat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan , baik wisatawan nusantara dan wisatawan mananegara ke Indonesia, khususnya papua.

Detail Kabupaten

  • Nama Kabupaten : ASMAT
  • Website : http://www.asmatkab.go.id
  • Kode Telpon : 0902
  • Objek Wisata : 0
  • Hotel : 2
  • Restaurant : 7
  • Travel : 1
  • Wisata Lainnya : 3

News

Link Terkait